Pendekatan BCCT/Sentra

Sentra adalah Metode pendidikan yang bertumpu pada konsep bermain sebagai cara untuk mendidik siswa. Bila dilihat secara fisik, Sentra merupakan unit-unit arena bermain yang berisi bermacam-macam alat permainan edukatif yang dikenal dengan istilah APE. Alat permainan edukatif diklasifikasin menjadai beberapa jenis permainan yang dikenal dengan : Sentra Bahan Alam, Sentra Persiapan, Sentra Main Peran Kecil, Sentra Main Peran Besar, Sentra Seni, dan Sentra Balok.

Sentra
imtaq

Sentra yang mendidik anak untuk mengembangkan kemampuan spiritual melalui pembelajaran kongkrit serta mengaplikasikan praktik ibadah dalam kehidupan sehari hari

sentra
peran

Memberikan banyak kesempatan untuk memainkan peran yang ada di sekitarnya dengan tujuan memberikan informasi tentang interaksi sosial di masyarakat pada kehidupan anak di masa yang akan datang

sentra
persiapan

Mengstimulus tahap awal menulis, membaca dan berhitung permulaan, dengan tujuan anak dapat memahami konsep huruf, angka, dan logika

sentra
seni

Tempat anak menuangkan kreatifitas dan ide dalam bentuk hasil karya dengan berbagai macam alat dan bahan

sentra
balok

Merupakan sentra yang dirancang khusus untuk menstimulasi kecerdasan logika matematika, bahasa, spasial, kerjasama, toleransi dan kemampuan memecahkan berbagai masalah saat anak menuangkan ide atau gagasan dalam bentuk bangunan

sentra
bahan alam

Anak-anak bermain dengan benda-benda yang bersifat alami untuk menstimulasi sensor motro anak

Masing-masing Sentra memiliki penekanan tujuan yang berbeda-beda dalam membangun aspek-aspek tumbuh-kembang anak. Pengalaman-pengalaman yang didapatkan oleh anak dalam proses bermain menjadi stimulus anak dalam mendukung peningkatan tahap-tahap perkembangannya secara sehat dan lancar. tahap-tahap perkembangan yang dimaksud meliputi enam aspek curricular domain, yaitu psikomotor, afeksi, kognisi, sosial, bahasa, dan aestetika.

Perkembangan psikomotorik adalah perkembangan kepribadian manusia yang berhubungan dengan gerakan jasmaniah dan fungsiotot akibat adanya dorongan dari pemikiran, perasaan dan kemauan daridalam diri seseorang. Perkembangan Afeksi adalah perkembangan pada anak yang berhubungan perasaan dan emosianya. Perkembangan kognisi adalah perkembangan pada anak dalam memahami,mengolah informasi, memecahkan masalah dan mengetahui sesuatu. Perkembangan sosial adalah perkembangan yang berkaitan dengan kemampuan anak dalam bekerja sama dan berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Perkembangan bahasa adalah perkembangan yang berhubungan dengan kemampuan mendengar dan berbicara.

Selama anak bekerja atau beraktivitas, guru menjalankan fungsinya sebagai fasilitator yang memberi pijakan-pijakan (scaffolding) sebelum main, saat main, dan sesudah main. fungsi fasilitator pembelajaran juga mencakup tugas mengobservasi perkembangan setiap anak secara individual. sebagai fasilitator guru juga pembangunan sikap-sikap dan karakter ketika anak tengah asik bermain.

Karakter yang dibangun mempunyai sifat-sifat yang mulia yang tertera dalam al- Quran. Karakter yang dibangun terdiri dari 18 sikap, yaitu: mutu, ikhlas, sabar, rajin, berpikir positif, hormat, ramah, kasih sayang, rendah hati, bersih, tangggung jawab, syukur, jujur, taqwa, istiqomah, khusuk, disiplin, qanaah (berkecukupan), ingin tahu, pandai, dan cinta belajar